Alat Pemadam Kebakaran

Alat Pemadam Kebakaran - Diskon Klik Gambar Ini
Alat Pemadam Kebakaran: Oktober 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Jokowi Wajibkan Ada Alat Pemadam Kebakaran di Pemukiman Padat

JAKARTA,

Tingginya angka kebakaran di Ibu Kota membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutar otak untuk pencegahan dan penanganannya. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan ada alat pemadam kebakaran di setiap permukiman padat penduduk, seperti pawang geni dan APAR (alat pemadam api ringan).

Joko Widodo (Jokowi) mewajibkan disediakan alat pemadam kebakaran atau hydrant di kawasan pemukiman padat penduduk. Sebab di Jakarta rawan terjadi kebakaran, terutama di kawasan padat.

"Ya, mobil pemadam kebakaran terkendala macet, kelamaan. Jadi, memang harus ada alat pemadam kebakaran yang ditempatkan di kampung-kampung padat," kata Jokowi seusai meninjau bekas lokasi kebakaran, di RW 12, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan bahwa penempatan alat pemadam kebakaran di permukiman padat akan dikaji lebih lanjut. Ia memberikan contoh disediakannya alat pemadam yang bisa berpindah tempat dengan mudah.

"Yang penting bisa dipindah-pindah, bisa juga evaluasi dengan cara lain, ada yang bisa pakai sepeda motor, tapi memang harus diputuskan caranya," ujar Jokowi.

www.alat-pemadam-kebakaran.com

Jokowi mengatakan, saat ini Balaikota masih melelang alat pemadam untuk ditempatkan di kawasan padat. Alat pemadam itu harus selalu tersedia dan warga harus juga bisa menggunakannya.

"Harus ada (hydrant) pokoknya di lokasi-lokasi yang rawan kebakaran. Sekarang masih dalam proses lelang," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Selasa (1/10). Jokowi menjelaskan, penyediaan hydrant itu tidak bisa cepat. Itu akan dilakukan bertahap mengingat anggaran di APBD 2013 terbatas, "Tidak seperti swasta yang bisa membayar langsung," jelas dia.

Sebelumnya kawasan Jakarta kembali terbakar. Kejadian Selasa (1/10) dini hari tadi di permukiman padat penduduk dekat Mal Artha Gading, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ada sekitar 1.000 unit rumah tinggal ludes dilalap si jago merah. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 3.13 WIB. Sebanyak empat korban luka atas kejadian itu. Satu di antara korban luka adalah petugas pemadam kebakaran dan tiga lainnya warga setempat.

Seperti yang diketahui, Pemadam Kebakaran DKI mencatat Sejak Januari hingga awal Oktober 2013 ini terjadi 730 kali kebakaran. Sementara total kerugian diperkirakan mencapai Rp 179 miliar.

(KOMPAS.com)
Alat Pemadam Kebakaran: Oktober 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Lanud Sulaiman Demonstrasi Alat Pemadam

SOREANG

Bertempat di lapangan apel Staf II Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab. Bandung, usai apel Senin pagi, Seksi Lamja (keselamatan kerja) bekerja sama dengan seksi Sarban (Sarana Bantuan) memperagakan demonstrasi penggunaan alat pemadam kebakaran. Demonstrasi alat ini disaksikan seluruh personel Lanud Sulaiman, baik para perwira, bintara, tamtama maupun pegawai negeri sipil.

”Kegiatan ini dlaksanakan sebagai salah satu program kerja dari Seksi Lamja sebagai antipsipasi berkaitan dengan musim kemarau saat ini,” kata Kepala Dinas Operasi Lanud Sulaiman Letkol Lek Bambang Astono mewakili Danlanud Sulaiman Kolonel Pnb Djamaluddin, M.Si(Han). www.alat-pemadam-kebakaran.com

Dia menekankan kepada para anggota yang tinggal di kompleks perumahan dinas Lanud Sulaiman agar pada saat mengumpulkan sampah dan membakarnya hendaknya ditunggu hingga padam tidak ada bara yang tertiup angin yang dapat mengakibatkan kebakaran. Sebelum peragaan dimulai, terlebih dahulu Kasi Lamja Kapten Tek Darto Mulyono menjelaskan lima langkah yang harus diambil untuk mengatasi jika terjadi kebakaran, yaitu usahakan tenang dan jangan panik, bunyikan alarm dan berteriaklah, gunakan alat pemadam yang ada di sekitar, hubungi petugas pemadam kebakaran terdekat, dan padamkan listrik.

Sedangkan dari Seksi Sarban yang disampaikan oleh Kapten Tek Isnawan sebagai Kasubsi PK Lanud Sulaiman menjelaskan tentang definisi kebakaran dan lima jenis kebakaran yang meliputi benda padat, cair, gas, logam yang mudah terbakar, dan karena listrik. Untuk kebakaran tipe A berasal dari bahan seperti kayu, kertas, kerdus, plastik, dan ban. Sedangkan kebakaran tipe B berasal dari bahan bakar seperti minyak tanah, bensin, dan solar.

(PR OCT 2014)
Alat Pemadam Kebakaran: Oktober 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Pemadam Kebakaran ingin ubah "teriak lari" jadi "teriak aksi"

Jakarta

Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta ingin meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam penanganan bencana kebakaran dan mengubah pola pikir "teriak lari" menjadi "teriak aksi". "Kita akan ubah pola pikir masyarakat dari 'teriak lari' menjadi 'teriak aksi' sehingga mereka pun mampu melakukan tindakan penanganan secara dini," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo, Kamis.

Dinas Pemadam Kebakaran, ia menjelaskan, melakukan penyuluhan dan pelatihan penanggulangan kebakaran ringan bagi warga pemukiman padat penduduk maupun kompleks perumahan untuk meningkatkan kesiapsiagaan mereka mengantisipasi kemungkinan terjadi kebakaran. "Kita latih mereka untuk memadamkan api dengan tindakan dini, seperti menyiram dengan air atau menyiapkan kain basah, termasuk menggunakan alat pemadam api ringan. Jika mampu melakukannya, otomatis bisa memperkecil kerugian," katanya.

Ia mengimbau warga yang lingkungannya memiliki alat pemadam api ringan (Apar) merawat perlengkapan itu dengan baik supaya bisa tetap digunakan saat terjadi kebakaran. "Memang belum seluruhnya dipasang, namun akan lebih baik jika warga merawat dan melaporkan jika terjadi kerusakan pada Apar," kata Subejo.

Subejo menambahkan, selanjutnya alat pemadam api ringan akan disediakan di daerah-daerah rawan kebakaran dan pelatihan untuk menggunakan dan merawat alat-alat itu akan diberikan kepada warga setempat. Dia juga menyarankan warga melakukan upaya mandiri untuk mencegah kebakaran, antara lain dengan memeriksa kabel atau instalasi listrikdi rumah atau lingkungan sekitar secara berkala.

Menurut data Dinas Kebakaran DKI Jakarta sepanjang Januari sampai Oktober 2014 terjadi 875 kejadian kebakaran di wilayah DKI Jakarta. Dari total kejadian kebakaran itu, 596 di antaranya terjadi akibat hubungan arus pendek listrik dan sisanya karena berbagai hal termasuk kompor meleduk dan puntung rokok yang tidak dimatikan.

(ANTARA News)
Alat Pemadam Kebakaran: Oktober 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Kebakaran Melanda Gudang dan Kontrakan di Bintaro

JAKARTA,

Sebanyak 10 kontrakan dan dua gudang terbakar di Jalan Perdagangan Dalam RT 02/03 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2014). Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.40.

Zarkasih (39) pemilik kontrakan, mengatakan api berasal dari rumahnya. "Tetangga depan bilang ada api. Saya lihat sudah besar. Mau menyiram juga sudah enggak bisa," ujar Zarkasih di lokasi kebarakan.

Setidaknya 23 unit mobil dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan dikerahkan. Langkah awal yang dilakukan adalah melokalisir titik api agar tidak merembet ke rumah warga lain.

Petugas juga mengambil air dari kali Pesanggrahan dengan cara estafet menggunakan mobil pemadam.

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan, Edi Sucipto, mengaku api sangat sulit dipadamkan. Karena, dari gudang-gudang terdapat bahan yang sangat mudah terbakar.

"Saat ini sudah pendinginan, gudang eo (event organizer) ini banyak benda mudah terbakar. Seperti tenda dan lainnya," ujar Edi Sucipto.

Sumber air juga sangat jauh. Sehingga petugas harus menyambung selang dengan memarkir beberapa mobil di Jalan Deplu Raya sejauh 700 meter. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

(KOMPAS)

Copyright © Design By OpiX | Powered By Blogger | Sitemap