Alat Pemadam Kebakaran

Alat Pemadam Kebakaran - Diskon Klik Gambar Ini
Alat Pemadam Kebakaran: November 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Kebakaran Komplek Bea Cukai, Seorang Bocah Tewas

Jakarta,

Kebakaran di kompleks bea cukai di Jalan Elang, Sukapura, Jakarta Utara, Sabtu malam (9/11), menyebabkan seorang bocah berusia tujuh tahun meninggal dunia dan menghanguskan 23 rumah penduduk.

"Kami menerima informasi ada korban yang meninggal dunia dalam kejadian tersebut," ujar Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Muhtar Zakaria, Minggu pagi (11/9).

Korban meninggal dunia atas nama Nurul Aini, sedangkan kedua orang tuanya Suketi dan Wati mengalami luka-luka sehingga perlu mendapatkan perawatan intensif. "Korban dibawa ke kamar jenazah Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangkunsumo. Korban luka juga dirawat di sana" katanya.

www.alat-pemadam-kebakaran.com

Pihaknya mengaku menerima laporan kebakaran pukul 21.40 WIB dan mengerahkan 17 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos unit. Sejam kemudian api mulai bisa dikuasai dan selanjutnya dilakukan proses pembasahan sampai benar-benar padam dan baranya mati.

Pihaknya juga mengaku belum memastikan penyebab kebakaran karena masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara aparat kepolisian dari Tim Labfor Mabes Polri. "Polisi nanti yang memastikan apa penyebab kebakaran melalui olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi" katanya.

(INILAH.COM)
Alat Pemadam Kebakaran: November 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Kebakaran Gudang, 20 Pemadam Dikerahkan

Jakarta,

Kebakaran kembali melanda di Jakarta Utara pada Selasa (11/11/2014) dini hari. Kali ini, api melalap sebuah gudang di di Jalan Lodan Raya.

Hal itu dikatakan petugas Suku Dinas Kebakaran Jakarta Utara, Purus. "Kebakaran gudang di Jalan Lodan tadi sekitar pukul 00.24 laporan masuk," kata dia.

Namun demikian, pihaknya belum mengetahu penyebab terjadinya kebakaran itu. Saat ini, kata Purus, pihaknya masih berupaya memadamkan api.

www.alat-pemadam-kebakaran.com

"Masih proses pemadaman api," ujar Purus yang menjelaskan pihaknya menurunkan sebanyak 20 mobil pemadam untuk menjinakan si jago merah.

Begitu juga, Purus belum mengetahui, apakah ada korban jiwa dan nilai kerugian akibat kebakaran itu. "Masih belum tahu," kata Purus.

Kemarin, si jago merah juga menghanguskan sebuah rumah 3 lantai yang beralamat di Jalan Sunter Agung III Blok A 34 Nomor 25 RT 10 RW 9, Sunter, Jakarta Utara. Akibat kebakaran itu, mengakibatkan satu korban jiwa.

(INILAHCOM)
Alat Pemadam Kebakaran: November 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

13 Warga Tewas akibat Kebakaran di Sepanjang 2014

JAKARTA,

Data Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencara DKI Jakarta menyebutkan sepanjang 2014 ada 13 warga yang tewas akibat peristiwa kebakaran. Jumlah tersebut didapat dari peristiwa-peristiwa kebakaran yang terjadi di Jakarta dari Januari hingga 5 November.

"Tiga belas orang yang meninggal dunia merata tersebar di lima wilayah kota dan satu wilayah kabupaten yang ada di DKI Jakarta," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta, Subejo, Minggu (9/11/2014).

Subejo menambahkan bahwa peristiwa kebakaran sepanjang 2014 juga menyebabkan 60 warga dan 13 petugas luka-luka. Sementara jumlah warga yang kehilangan tempat akibat kebakaran mencapai 3009 Kepala Keluarga (KK) atau setara 11.979 jiwa.

www.alat-pemadam-kebakaran.com

Sedangkan kerugian materi akibat peristiwa kebakaran mencapai sekitar Rp 365 miliar dengan rincian kerusakan 374 bangunan perumahan, 203 bangunan umum dan perdagangan, 27 bangunan industri, 80 kendaraan dan 261 harta benda lainnya.

"Pemicu kebakaran didominasi korsleting listrik sebanyak 632 kejadian, kompor meledak 59 kejadian, rokok 55 kejadian dan lain-lainnya 200 kejadian," jelas Subejo.

Lebih lanjut, Subejo memaparkan bahwa wilayah yang menempati urutan pertama peristiwa kebakaran adalah Jakarta Barat dengan 251 kasus, disusul Jakarta Timur dengan 229 kasus. Disusul berturut-turut Jakarta Selatan dengan 198 kasus, Jakarta Utara dengan 155 kasus, dan Jakarta Pusat 113 kasus.

Apabila ditotal, jumlah kebakaran di wilayah DKI sepanjang 2014 mencapai 946 kasus. "Dari 946 kasus kebakaran, kita mengerahkan 37.682 orang petugas. Ada 268 kejadian kebakaran yang berhasil kita lakukan tindakan penyelamatan," tukas Subejo.

(KOMPAS.com)
Alat Pemadam Kebakaran: November 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Siaga Kebakaran, Warga Jakarta Perlu Lakukan Hal-hal Ini

JAKARTA,

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang berupaya menekan jumlah peristiwa kebakaran. Selain dengan memperbanyak jumlah petugas dan pos pemadam kebakaran, cara lain yang akan ditempuh adalah dengan melatih warga agar siaga terhadap bencana.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Bencana DKI Jakarta Subejo mengimbau agar perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta berperan dalam sosialisasi hal tersebut. "Kita akan latih masyarakat agar siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi," kata Bejo, di Balaikota Jakarta, Senin.

Menurut Bejo, hal pertama yang perlu disosialisasikan ke masyarakat adalah pentingnya memanfaatkan alat yang ada di sekitar saat terjadinya kebakaran demi mempercepat proses pemadaman.

"Alat apa pun harus bisa dimanfaatkan, seperti handuk basah, karung basah, ember, apa pun harus dilakukan oleh masyarakat untuk mempercepat pemadaman," ujar Bejo.

Tak hanya itu, kata Bejo, hal lain yang perlu disosialisasikan ke masyarakat adalah pentingnya membuka akses jalan untuk mobil petugas saat terjadinya peristiwa kebakaran. Menurut dia, sering kali mobil petugas pemadam kebakaran terhalang oleh kerumunan warga yang ada di lokasi kejadian.

www.alat-pemadam-kebakaran.com

"Kita tentu akan melatih petugas kita agar lebih cepat responsnya untuk sampai ke TKP (tempat kejadian perkara/lokasi kebakaran) agar kerugian bisa ditekan seminim mungkin, dan akses jalan ikut memengaruhi respons dari petugas," ujar dia.

Lebih lanjut, Bejo menjelaskan bahwa instansinya juga akan berupaya memaksimalkan sumber-sumber air yang ada di permukiman, baik yang berasal dari hidran kering, maupun sumber-sumber alami, seperti dari kolam dan sungai.

"Hidran ini kan tergantung pasokan dari PDAM dan debit air. Tugas kami menjaga keberadaan hidran itu. Kalau untuk debit nanti kita minta PDAM untuk ditingkatkan lagi. Kita juga butuh sumber air dari kolam, saluran, dan apa pun yang bisa kita manfaatkan untuk disedot airnya. Penertiban permukiman di pinggir kali merupakan salah satu upaya mempermudah petugas untuk mengambil air," papar Bejo.

Bejo yakin, apabila hal-hal tersebut dapat dilakukan, standar pelayanan minimum (SPM) pemadam kebakaran untuk sampai ke lokasi dapat dicapai. "Kalau SPM dari Kemendagri 15 menit, akan kita tekan di bawah 15 menit. Nanti secara bertahap bisa 10 menit," kata Bejo.

Berdasarkan data di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta sampai dengan pertengahan September 2014, jumlah peristiwa kebakaran yang terjadi di Jakarta sepanjang 2014 ada sekitar 260 peristiwa. Penyebab terbesar adalah yang terkait dengan listrik.

(KOMPAS.com)
Alat Pemadam Kebakaran: November 2014
Logo PT. Kreasi Ukasah

Antispasi Kebakaran, Pemkab Wonogiri Bagikan 60 APAR

Wonogiri,

Pemkab Wonogiri mengantispasi bencana kebakaran, khusunya saat musim kemarau panjang.

“Oleh karena itu,kami mengimbau kepada peserta pelatihan ini, agar dengan pelatihan ini supaya diikuti dengan seksama dan dicermati kemudian disebarluaskan pada masyarakat. Selain itu, kita harus betul-betul mengenali penyebab kebakaran”, ungkap Asisten Sekda Bagian Pemerintahan Sekda Wonogiri Edy Sutopo saat membuka Pelatihan Peningkatan Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran Bagi Petugas Kecamatan se-Wonogiri yang digelar di Aula SKB Bulusulur, Wonogiri, Senin (29/9).

Dikatakan, insiden kebakaran harus ditanggulangi dengan tangkas dan cepat dan otomatis setiap warga. Paling tidak mampu ataupun mempunyai pengetahuan berkaitan dengan kebakaran dan mengenali penyebab kebakaran.

www.alat-pemadam-kebakaran.com

“Dalam penanganan kebakaran butuh ketangkasan dan kecepatan, namun alangkah baiknya jika kita menanggulanginya. Maka dengan pelatihan ini, diharapkan petugas kecamatan dapat mengatasi api kecil didaerah mereka masing-masing, kalau apa-apa dari Damkar mana mungkin dapat terjangkau, karena jarak tempuh antara kecamatan dengan kantor Damkar juga cukup jauh, kemungkinan besar saat petugas Damkar datang kebakaran sudah terlanjur meludeskan obyek kebakaran,” kata Edy.

Dia berharap dengan pelatihan ini bahaya kebakaran di Wonogiri seperti disaat musim kemarau seperti ini dapat diminimalisir. Sementara itu, Pemkab Wonogiri juga menyerahkan bantuan APAR (alat pemadam api ringan) sebanyak 60 tabung dengan ukuran standar 3,5 kilogram.

“Bantuan APAR ini bersumber dari APBD 2014,” pungkasnya.

(timlo.net)

Copyright © Design By OpiX | Powered By Blogger | Sitemap